![]() |
| http://www.tigweb.org/ |
Dan dari beliau, bapak ketua jurusan, pula saya tiba-tiba terjebak dalam ruang kebingungan dan kebimbangan melangkah. Pagi itu saya hanya berencana mengambil sejumlah eksemplar konsep tugas akhir yang telah dibubuhi tanda tangan di meja beliau. Jumat pagi itu suasana kampus begitu sepi, termasuk lorong di depan ruang-ruang dosen hingga bibir ruang ketua jurusan yang biasanya ramai. Saya pun hanya seorang diri melangkah masuk ruang yang kini dikuasai pimpinan tertinggi jurusan tersebut.
"Pak, sudah ditandatangani?" Saya bertanya singkat.
Beliau meletakkan ponsel, "Ini sudah..."
Bergegas saya masuk, mengecek ulang lembar-lembar pengesahan. Sementara bapak ketua jurusan bertanya ulang apa rencana saya setelah ini. Saya tersenyum dalam kebingungan menjawab pertanyaan beliau. Layaknya mengetahui saya masih terombang-ambing, beliau bercerita bahwa tadi ada pesan singkat dari alumni. "Saya baru nego, semoga fresh graduate bisa masuk. Tapi di Jakarta..." kata beliau tepat di ujung cerita.
Sebelumnya saya memang pernah bercerita kepada beliau tentang apa dan bagaimana sosok Jakarta di mata saya dengan bumbu cerita-cerita teman-teman. :D Dan saya tak ingin berpanjang lebar menceritakan ulang kembali hal tersebut. Setelah sejenak bercakap-cakap, seulas kalimat "Nanti saya pertimbangkan, Pak.." meluncur tanpa halangan sebelum saya melangkah keluar.
Dan siangnya, ponsel saya bergetar. Pesan singkat dari beliau, "..fresh graduate boleh, bagaimana?"
Lalu saya semakin terjun bebas di jurang kebingungan..
bapak, saya ingin bertemu lagi. saya ingin meminta pertimbangan lagi. saya ingin diyakinkan lagi.



