Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Hotel Anti Kiamat?

Sebenarnya saya hanya penasaran dengan pesan singkat teman semasa masih di bangku sekolah menengah atas. Dia bercerita tentang hotel anti kiamat di Moskow, Rusia. Iseng kemudian googling deh...
Hotel ini merupakan hotel anti kiamat yang pertama di dunia. Hotel ini memiliki disain menyerupai kerang. Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut. Strukturnya tahan gempa dan dapat mengapung di perairan luas seperti laut, sehingga terlindung dari luapan air atau banjir. Hotel ini pun bisa berdiri di daerah berbahaya. Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai ‘biosfer’, surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.

Pernah dengar kisah Nabi Nuh? yang membuat kapal selamat dari banjir besar yang terjadi di seluruh dunia? Dan inilah wujud modern dari ide kapal Nabi Nuh itu. Tapi, ini baru rancangan saja. Pemilik dari desain hotel ini masih menunggu investor yang mau mewujudkan impian hotel anti kiamat ini menjadi kenyataan .

Menghadapi anacaman Global Warming atau yang sering kita sebut dengan pemanasan global, saat ketinggian air naik menenggelamkan seluruh planet Bumi, inilah ide untuk menyelamatkan diri. Inspirasi ini pertama kali dikemukakan oleh perusahan arsitektur, Rusia, Remistudio.

Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau pun di darat.

Konsep yang ramah lingkungan serta mendukung adanya udara di dalam horel ini . Setidaknya seperti dikutip oleh perusahan arsitek Rusia itu. Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya. Menikmati aurora borealis. Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.

Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis. Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini.

Seperti dapat dilihat di gambar. Kira-kira inilah contoh hotel anti kiamat yang pertama di dunia itu . “Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia,” kata dia, seperti dimuat Daily Mail. Inilah penyebab bintang tampak berkedip.Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.

“Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman,” kata dia. Remizov menambahkan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior.

Perancangnya mengklaim, Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia. “Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan,” kata Remizov.

Kiamat memang tidak bisa kita hindari sebagai orang yang beragama . Lepas apakah kita bisa mkenyelamatkan diri atau tidak dari kiamat, konsep ini sangat bermanfaat untuk menanggulangi masalah gempa dan pemanasan global yang mengakibatkan banjirnya seluruh dunia.

dikutip dari sini dengan beberapa perbaikan tata bahasa

Sabtu, 17 April 2010

Arsitektur Hijau sebagai Pijakan Menuju Go Green

Pemanasan global kini telah menjadi isu dunia yang menyita perhatian banyak pihak, banyak pakar keilmuan, bahkan masyarakat umum. Pencemaran bumi dari berbagai aspek telah menyebabkan gas rumah kaca yang bersifat menyerap panas tanpa mampu memantulkan kembali panas tersebut. Sekian lamanya menyebabkan perlahan-lahan dimungkinkan es di kedua kutub mencair, yang berakibat air laut naik, dan pulau-pulau tenggelam.
Tak terkecuali di bidang rancang bangun, arsitektur, melakukan inovasi-inovasi yang diusahakan dapat mendukung penurunan pemanasan global, yaitu arsitektur hijau (green architecture). Arsitektur hijau merupakan sebuah istilah untuk implementasi konsep-konsep arsitektur yang selaras dan serasi dengan lingkungan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kenyamanan yang menjadi tuntutan sebuah hasil desain.
Arsitektur sebagai elemen penting yang mewadahi seluruh kegiatan manusia setiap hari merupakan kebutuhan primer bagi manusia selain pangan (makan) dan sandang (pakaian). Rumah merupakan salah satu produk arsitektur dalam skala kecil yang dibutuhkan oleh setiap orang. Rumah merupakan tempat berlindung dari segala macam gangguan yang berasal dari alam maupun lingkungan sendiri.
Cakupan arsitektur ini pun cukup luas. Pertama, segi lansekap atau pertamanan. Kebijakan arsitek maupun ahli pertamanan berperan penting dalam pemilihan elemen-elemen yang dipakai untuk menyusunnya. Perkerasan jalan setapak dengan material-material yang permanen dan tidak memiliki pori-pori yang besar menyebabkan perusakan lingkungan secara tidak langsung. Material-material alam dapat dipakai dalam hal ini daripada beton atau aspal yang tidak ramah lingkungan alias tidak dapat didaur ulang.
Kedua, material bangunannya sendir. Kini telah merebak konsep-konsep rumah kayu dan rumah bambu. Konsep recycle juga menjadi trend masa kini, yaitu dengan penggunaan bahan-bahan yang sudah tidak dipakai seperti yang dilakukan Ridwan Kamil pada rumah pribadinya yang berdindingkan susunan botol-botol kaca. Roof garden dan wall garden merupakan alternatif lain pada arsitektur hijau. Taman pada atap atau dinding memang memerlukan material dasar yang lebih kuat dan tahan lama. Tetapi solusi ini dapat menjadi alternatif yang jitu untuk mengatasi keterbatasan lahan untuk taman. Tak ada tanah, atap atau dinding pun jadi.
Ketiga adalah energi. Energi merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan manusia pada era modern ini. Dalam arsitektur, energi diperlukan pada pencahayaan, penghawaan, dan operasional alat-alat maupun fasilitas-fasilitas tertentu. Pencahayaan dan penghawaan buatan yang menggunakan energi listrik dapat diakali dengan menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Aplikasinya pada perancangan bukaan-bukaan yang maksimal, yang dapat memasukkan cahaya dan angin sesuai porsi kenyamanan manusia.
Arsitektur hijau, ketika alam dan manusia bersimbiosis mutualisme.
Let’s go green!